Lomba Lintas Alam Mapala FT Untirta Bawa Pesan Bersihkan Laut dari Sampah

by -48 views

SERANG, (BN) – Mahasiswa Pencinta Alam Krakatau Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, adakan lomba lintas alam tingkat nasional. Acara bagian peringatan HUT ke-74 kemerdekaan RI, bertajuk “Gema Merah Putih VIII”.

Acara diikuti oleh 17 tim dari berbagai kelompok pecinta alam di berbagai daerah. Seperti Pandeglang, Bandung, Depok, hingga Lampung.

Even yang berlangsung, Jum’at 30 Agustus hingga Minggu 1 September 2019 ini, berlangsung di Pulau Kalih, Bojonegara, Kabupaten Serang.

Rute perjalanan lomba sepanjang 20 km tersebut, berawal dari Pulau Kalih, Pulau Jawa, Pemukiman Sumur Ranja, Gunung Gede Bojonegara, Desa Pakuncen ,Tebing Bocah Desa Pakuncen, Perbukitan Batu Lawang, Perbukitan Palm, hingga berakhir di Kampus FT Untirta.

Tak hanya Lomba Lintas Alam, terdapat kegiatan lainnya seperti donor darah, gerakan zero sampah, dan penanaman 500 bibit pohon mewarnai kegiatan tersebut.

Menurut Abdul Ajiz (Marimo) selaku ketua pelakasana, Pulau Kalih yang berada di wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang ini dipilih menjadi tempat perlombaan lantaran sampah yang bertumpuk di pulau tersebut.

Selain itu, Pulau Kalih belum menjadi destinasi wisata tujuan dibandingkan beberapa pulau disekitarnya.

“Sampah yang bertumpuk dan belum dijadikannya Pulau Kalih sebagai tempat wisata menjadi pertimbangan kami. Padahal, lokasi ini cukup potensial,” katanya.

Masih kata Ajiz, sampah yang menumpuk di Pulau Kalih merupakan sampah kiriman dari laut bukan dari sampah warga sekitar pulau maupun aktivitas di Pulau.

Ia menyesalkan, lantaran Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut nomor dua setelah China.

“Dengan acara ini, kami turun tangan untuk menyisir sampah di Pulau Kalih,” ucapnya.

Masih menurutnya, lomba ini menghadirkan tiga aspek yang dapat menanggulangi permasalahan yang berkelanjutan diantaranya lingkungan, pemuda dan olahraga dan sosial.

Ia berharap dengan diadakannya lomba ini Pulau Kalih bisa berkembang dengan adanya perbaikan pulau, penanggulangan sampah, dan lokasi bisa jadikan tempat wisata.

Senada dengan Ajiz, Jon dari Mapala Universitas Lampung (Unila) berharap agar alam Banten tetap lestari melalui pembersihan sampah plastik di Pulau Kalih.

Selain banyaknya sampah, ia juga melihat sepanjang perjalanan menyusuri rute, menemukan banyak aktivitas penambangan bukit maupun reklamasi disekitaran Bojonegara.

“Sayang alamnya kalo diambil terus, buminya kalo dikeruk, banyak kan bumi yang digusur-gusur gunung-gunung, kasihan itu,” tutupnya. (bn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *