Komisi I DPRD Provinsi Banten Kunjungi Kelurahan Sukarasa

by -117 views

Komisi I DPRD Provinsi Banten, lakukan kunjungan ke Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Kedatangan rombongan, dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kota Tangerang, Rabu, (10/6/20).

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Asep Hidayat menjelaskan, Komisi I DPRD Banten, intens berkoordinasi dengan tiga pilar. Yakni, TNI, pemerintah dan pengadilan.

“Saya rasa di wilayah Kelurahan Sukarasa, tidak banyak warga tidak mampu dan butuh bantuan. Sehingga, kelurahan tidak banyak keluhan dari warga,” ujarnya.

Dikatakan, kultur warga Kelurahan Sukarasa adalah menengah ke atas. Diharapkan, kesadaran mentaati protokol covid-19, semakin tinggi.

Sementara, alokasi bantuan sosial dari Pemprov Banten, berupa uang senilai Rp 600 ribu/KK di Kota Tangerang, terdapat di enam kecamatan, yakni zona Tangerang tengah, Cipondoh dan sekitarnya.

“Sedangkan tujuh kecamatan lainnya mendapat jatah bansos berupa sembako,” ucap politisi Demokrat, ini.

Ahmad Jazuli wakil Rakyat Banten dari Dapil Pinang- Cipondoh mengatakan, anggota dewan Provinsi Banten perwakilan Tangerang Raya ada 14 orang dari seluruhnya 85 anggota DPRD. Komisi I salah satu yang mempunyai paling banyak mitra kerja dan urusan.

Di masa pandemi covid 19 komisi I DPRD Banten turut pantau penyaluran bansos. Penyaluran bansos sukses diawali dengan data yang valid.

Disebutkan, ada berbagai bantuan yang diterima masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemprov Banten hingga dari pemkot/pemkab.

“Bantuan-bantuan ini harus dapat dipastikan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Lanjutnya, penyaluran bantuan sosial tersebut tidak memandang warga pribumi dan pendatang. Diantara kriterianya adalah, warga berpenghasilan rendah yang terdampak Covid-19, yang belum/tidak terdata bansos pemerintah pusat, Pemprov. Banten dan Pemkot Tangerang.

Kelurahan diharapkan bisa mengalokasikan bantuan sembako/beras dari lumbung pangan Sigacor. Sehingga tidak ada warga yang kelaparan di masa pandemi covid 19.

“Memang ada yang menarik. Masyarakat yang konsumtif, justru bansos berupa uang Rp 600 ribu itu, dibelanjakan untuk beli baju, bukan sembako,” tukas wakil rakyat fraksi Demokrat, ini.

Ditambahkan anggota Komisi I laninnya dari fraksi PAN Ella Silvia yang mengatakan, terkait pendataan warga tidak mampu meski sudah mengerahkan seluruh aparat Pemkot Tangerang, namun belum ada progress.

Namun demikian, Ia mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi dengan istilah “bersahabat dengan corona”.

“Istilah New Normal, hanya perbaikan bidang ekonomi. Di sisi lain, akan berdampak buruk pada meningkatnya pasien positif covid-19,” tegasnya.

Kunker komisi I DPRD Banten ke Kelurahan Sukarasa

Sementara Lurah Sukarasa Ahmad Tafif hidayat menerangkan, bantuan sosial mandiri/dari swasta di Kelurahan Sukarasa, lumayan banyak. Semisal bantuan dari STIMIK Nusa Mandiri, Benteng Heritage, dan lainnya.

Terkait data warga berpenghasilan rendah yang terdampak covid-19, sempat terjadi selisih. Namun, akhirnya ditindaklanjuti dengan pendataan via bina wilayah oleh PNS.

“Teknis penyaluran bansos, dilakukan secara langsung ke rumah rumah warga. Terdapat warga yang menolak bansos karena merasa mampu. Sehingga bansos tersebut dialihkan kepada warga tidak mampu lainnya,” ungkapnya.

Di Kelurahan Sukarasa sendiri, lanjut Lurah terdapat dua orang ODP (Orang Dalam Pantauan). Dimana, keduanya baru pulang dari luar negeri Jepang dan Cina.

“Namun, kedua orang tersebut sekarang sudah melakukan karantina mandiri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.