Kematian Ketua PAC Gerindra Sindang Jaya Sisakan Kejanggalan

by -51 views

TIGARAKSA, (BN) – Kematian ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Tasikin Doni Prastianto belum lama ini, masih menyisakan tanda tanya. Doni diketahui meninggal setelah dirawat di RSU Anisa, pada Mei 2019, lalu.

Informasi yang dihimpun, kematian Doni masih ada kaitannya usai ribut-ribut dengan ketua DPC.

Peristiwanya sendiri terjadi pada 18 April 2019, lalu. Saat itu Doni selaku ketua PAC menjalankan tugas untuk mengumpulkan form C1 dari tempat pemungutan suara TPS pada Pemilihan Presiden Pilpres dan Pemilihan Legislatif Pileg 2019. Namun karena terjadi salah komunikasi, korban membawa berkas form C1 ke DPC. Setelah itu, korban dipanggil oleh ketua, untuk datang ke rumah ntuk menyerahkan form C1 tersebut.

“Korban sempat menceritakan masalah ini ke saya dan temen-temen PAC lainnya. Bahkan masalah ini sudah pernah di bahas di DPC,” ujar sumber ‘A’.

Ia melanjutkan, sedatangnya ke rumah yang dituju, Doni kemudian kena marah, hingga diduga terjadilah tindak kekerasan. Doni tidak melakukan perlawanan, bahkan enggan pula melapor ke pihak berwajib, dengan alasan keamanan keluarga.

“Beberapa warga, baik dari pengurus PAC maupun dari warga lainnya sempat mengajak korban untuk melapor. Tapi yang bersangkutan tidak berani,” ungkapnya.

Tetangganya Cahyo mengungkapkan, dirinya baru mengetahui adanya kejadian itu setelah korban dirawat di RS Anisa Kota Tangerang. Korban dibawa ke RS pada, Sabtu (11/5/19) lalu, dua pekan setelah kejadian.

Saat dirinya menjenguk korban di rumah sakit, korban sudah dalam kondisi koma. Berdasarkan penuturan istri korban, penyakit yang diderita suaminya cukup aneh. Sakit lambung, tapi sempat mengeluarkan nanah hingga satu liter lebih.

“Berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, katanya ada tindak kekerasan. Saya sempat mengajak keluarga korban untuk melapor ke polisi, tapi keluarganya takut. Keluarga hanya berharap pelaku meminta maaf secara langsung,” tuturnya.

Cahyo menjelaskan, sesuai keterangan dari istri korban, Doni sering mengeluh sakit.

“Kejadian itu diceritakan semuanya baik ke orang-orang terdekat maupun ke ketua RT yang ada di perumahan tempat korban tinggal. Tapi korban tidak mau melapor,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang Rijcki Gilang Sumantri membantah terkait tindak kekerasan itu. Menurutnya, itu berita hoak dan ingin menjatuhkan dirinya secara politik.

“Itu berita hoak, ada yang ingin menjatuhkan saya secara politik. Kalau ada saksi, kenapa tidak lapor saja ke polisi,” ujarnya melalui telepon.

Gilang menambahkan, hasil dari rumah sakit itu korban didiagnosa mengidap penyakit lambung, bukan karena pemukulan. Kalau terkait luka lebam pada korban, harusnya ada laporan ke polres

“Inikan tidak ada laporan atau BAP,” jawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *