Keluarga Ditolak Ambulan Berharap Kasus Penolakan Kegawat Daruratan Tidak Terulang

by -197 views

TANGERANG, (BN) – Keluarga almarhum, M. Husein, (8), anak yang meninggal tenggelam di sungai Cisadane, Tangerang, berharap, kasus penolakan pelayanan ambulan oleh puskesmas  terhadap orang yang membutuhkan pelayanan kegawat daruratan tidak terjadi lagi. Menurutnya, yang sifatnya darurat, harus dibedakan dengan  kondisi normal.

Demikian, dikatakan Supriadi, paman almarhum Husein, saat disambangi wartawan bantennow.com, Minggu, (25/8/19) di rumah duka, jalan PLN, Rt03/05, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Menurutnya, seseorang yang sedang darurat, terlebih sedang berduka, seharusnya dibantu dengan pertolongan.

“Kalau, dibilang kecewa ya kecewa. Namanya, juga kita sangat membutuhkan ambulan saat itu,” sedihnya.

Namun, demikian Supriadi juga tidak menampik, apa yang dilakukan pihak puskesmas, harus sesuai standar yang ada. Ia, memaklumi alasan yang dikemukan petugas puskesmas Cikokol, dengan menolak membawa jenazah ponakannya.

“Iya, saya mengerti alesan yang dikatakan petugas puskesmas, adanya SOP pemakaian mobil ambulan yang ada saat itu. Saya pun tahu di Kota Tangerang, ada dua jenis mobil ambulan. Satu buat orang sakit satu lagi buat bawa jenazah. Tapi yang namanya saat itu, lagi panik dan darurat, gimana, ucapnya, terbata.

Dikatakan, di Puskesmas pun, sebenarnya almarhum Husein sudah coba ditangani petugas medis. Meski, akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Ia bersama almarhum Husein, sekitar dua jam berada di puskesmas, sebelum akhirnya memutuskan pulang dengan berjalan kaki, membopong jenazah Husein. Apa yang dilakukannya, menurutnya, intuisi sebagai orang tua saja, yang ingin ponakannya, cepat diurus dan segera dimakamkan.

“Saya juga tidak menyangka, bisa ramai seperti ini. Saya spontan saja, bopong Husein, untuk dibawa pulang, pengen segera dimakamkan. Petugas puskesmas, juga sudah membantu mau memanggilkan ambulan yang lain. Tapi sudah terlalu lama, saya kasian dengan ponakan saya,” ulasnya.

Apa, yang terjadi menurutnya, bisa dijadikan pembelajaran bagi siapa saja. Agar Walikota Tangerang dan jajaran, mau mengubah aturan yang ada, jangan kaku, bila ada gawat darurat.

“Pak Wali, sudah ke sini. Dia, menyampaikan, akan segera merevisi SOP pemakaian mobil ambulan. Terima kasih, semua atas perhatian yang diberikan,” tutupnya.

Untuk diketahui, M. Husein, (8), ditemukan meninggal usai berenang di sungai Cisadane, Jumat, (23/8/19). Selain Husein, satu temannya Fitrah, (12), juga ikut tenggelam dan ditemukan meninggal dunia juga. Sedangkan dua temannya, tidak ikut berenang dan melapor meminta pertolongan. (bn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.