KBUKM Uniba Protes Kebijakan, Dinilai Kekang Mahasiswa

by -114 views

SERANG, (BN) – Puluhan Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (Uniba) yang tergabung dalam Keluarga Besar Unit Kegiatan Mahasiswa (KBUKM) melakukan aksi demonstrasi di depan lobi gedung utama kampus, Rabu (4/12/2019).

Aksi damai tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kampus yang dianggap tidak mendukung kegiatan Mahasiswa, karena hampir tidak pernah mau memberikan legalitas terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa.

Aksi tersebut di warnai dengan penampilan teatrikal yang menyimbolkan rasa kekecewaan.

“Sudah hampir setahun terpilihnya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Uniba namun tidak ada perubahan yang progresif,” ungkap penanggungjawab aksi, Windy Falamindo.

Pihaknya menyebut, sejak terbitnya surat edaran kampus nomor 186/R/1.2/UNIBA/X/2019 tentang sterilisasi kesekretariatan ruang UKM di lingkungan Uniba, seakan menghambat proses pengembangan potensi diri mahasiswa yang tergabung dalam enam UKM yang ada di Uniba.

Oleh sebab itu, lanjutnya, massa aksi menuntut pihak kemahasiswaan atau Wakil Rektor III untuk dapat mencabut surat edaran tersebut, mengembalikan legalitas kegiatan, tranparansi birokrasi pengajuan proposal, dan dapat memberikan fasilitas kesekretaritan yang layak bagi UKM dapat berproses.

Windy melanjutkan, bahwa pihak UKM secara keseluruhan sebelumnya telah melakukan proses audiensi dengan pihak kemahasiswaan (Wakil Rektor III).

Namun menurutnya, pihak yang bersangkutan tidak dapat memenuhi tuntutan yang diajukan.

“Hanya janji-janji manis saja yang keluar dari mulut mereka saat kita audiensi,” kata Windi di sela-sela aksi.

Windi menyebutkan, bahwa pihak kemahasiswaan juga tidak memberikan solusi penyelesaian terkait permasalahan yang ada, dan malah melimpahkan persoalan yang ada kepada Rektor Uniba.

“Kita sudah 3 kali melakukan audiensi dengan kemahasiswan, ga ada solusi yang diberikan, intinya mereka tidak bisa menyanggupi tuntutan kami, malah melimpahkan untuk langsung ke Rektor saja,” tegasnya.

Menurutnya, ini jangan sampai terus berlarut-larut.

Karena bagaimanapun kegiatan UKM ataupun keberadaannya dapat menunjang proses akreditasi kampus.

“Kita sudah coba layangkan surat audiensi kepada bapak rektor, namun belum ada tanggapan sampai saat ini. Kami berharap pihak kampus yang bersangkutan maupun bapak rektor dapat mendengarkan persoalan ini,” tandasnya.

Hingga berita ini dirilis belum ada satupun pejabat kampus yang menemui masa aksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.