JMSI Gorontalo Akan Perkarakan Security Pabrik Tepung, Diduga Intimidasi Wartawan

by -197 views

Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Gorontalo, akan perkarakan, dugaan intimidasi terhadap wartawan saat akan meliput di pabrik PT. Royal Coconut Gorontalo. Security, pabrik tersebut diduga memaksa menghapus foto, hasil liputan wartawan media setempat.

Awalnya, sejumlah warga Desa Yosonegoro dan Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Gorontalo, keluhkan bau tidak sedap, yang diduga berasal dari pabrik tepung kelapa PT. Royal Coconut Gorontalo, di Desa Ombulo.

Tim media Kabarpublik.id segera melakukan liputan investigasi atas keluhan warga tersebut. Tim bergerak ke Kepala Desa Yosonegoro, Isa Amir Hanapi. Tim mendapat  kebenaran atas keluhaan warga dari Kepala Desa Yosonegoro, Senin (20/4/20).

“Kadang bau itu datang saat malam hari disaat memasuki jam istirahatnya warga,” ucap Kades, kepada tim Kabarpublik.id, siang itu.

“Bau tersebut, tentu sangat mengganggu tingkat kenyamanan warga saat beristirahat di malam hari,” tambahnya.

Setelah mendapat kebenaran dari aparat Desa, Tim kabarpublik.id mendatangi langsung pabrik penghasil tepung kelapa tersebut.

Siapa sangka, saat hendak melakukan klarifikasi terkait dengan keluhan warga ini, tim kabarpublik.id dicegat, oleh pihak security yang sedang bertugas di tempat. Alasannya, pihak media harus menyurati terlebih dahulu ke perusahaan untuk melakukan wawancara.

Tak sampai di situ saja, pada saat wartawan Kabarpublik.id mengambil dokumentasi foto, justru mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Pihak sekuriti langsung membentak dan menyuruh untuk menghapus foto tersebut.

Atas tindakan security tersebut, keruan mendapat kecaman dari pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Gorontalo. Ketua JMSI Gorontalo, Ridwan Mooduto geram dengan ulah Security perusahan tersebut.

Alasannya, pabrik tersebut bukanlah pabrik yang memproduksi barang haram, seperti narkoba atau barang illegal lainnya. Sehingga buat apa mengambil foto saja dihalang-halangi.

“Perlakukan security yang meminta untuk menghapus dokumen awak media merupakan pelanggaran undang-undang pers. Kami akan melakukan penuntutan kepada pihak perusahan,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris JMSI provinsi Gorontalo, Ismail Abas. Dirinya mengatakan, jika tindakan meminta untuk melakukan penghapusan dokumen wartawan, adalah perbuatan melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi pidana,

“Ya, kami tidak akan diam. Besok kami akan melaporkan hal ini ke Polda Gorontalo, bersama kuasa hukum kamiDe,” ungkap Ismail, yang juga memiliki latar belakang pendidikan ilmu hukum itu.i

Tm Kabarpublik.id juga mengkonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo terkait keluhan warga. Syaiful Kadis DLH Kabupaten Gorontalo keterangannya mengatakan, selama perusahaan tersebut, rutin memasukan laporan yang disertakan dengan hasil uji laboratorium.

“Uji laboratorium tersebut berasal dari Makassar, yang laboratoriumnya sudah terverifikasi,” ungkap Syaiful.

Namun, dirinya bersama tim berjanji akan mendatangi pabrik tersebut, guna melakukan peninjauan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.