Ini Kenangan Terakhir Relawan Saat Beri Bantuan Ibu Yuli

by -22 views

“Innalillahi wa innailahi rooziun.., telah meninggal dunia ibu Yuli warga lontar kota serang hari ini jam 15.00..ibu yuli viral menahan lapar tdk makan cuma minum air galon selama dua hari dampak penanganan covid 19 yg lambat..semoga husnul khotimah..Amiin,”.

Demikian bunyi pesan berantai yang beredar di beberapa group whatsapp, wartawan di Banten, sekira pukul 17:00 WIB, termasuk yang diterima Bantensatu.co, Senin (20/4/20).

Sontak, kabar duka tersebut membuat geger para relawan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Yuli Nur Amelia (42), warga Lontar Baru, Kecamatan Serang, dua hari yang lalu viral karena kondisi ekonominya terpuruk, akibat kebijakan yang dibuat pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Dua hari yang lalu, Yuli bersama empat orang anaknya, dikabarkan bertahan hidup hanya dengan meminum air putih karena tidak punya makanan ataupun bahan lainnya untuk dimasak.

Sementara suaminya yang berprofesi sebagai pemulung, juga sudah tidak memiliki uang karena sudah tidak ada pemasukan semenjak Corona mewabah.

Kabar duka itu kini berlanjut sekira pukul 15:00 WIB. Meski sudah mendapatkan bantuan dari beberapa relawan, pejabat publik di Kota Serang, hingga Pemkot Serang, melalui Dinas Sosial, nampaknya dua hari yang di lewati Yuli tanpa makanan, membuat kesehatan dan kondisi tubuhnya melemah.

Yuli pun jatuh pingsan, dan harus menghembuskan nafas terakhirnya di rumah yang kondisinya memprihatinkan.

Tokoh Pemuda Banten Rohman Setiawan, yang sempat berkunjung menyerahkan bantuan sekira pukul 10:00 WIB pagi ini, mengatakan, kondisi Yuli masih cukup sehat saat dirinya memberikan bantuan.

Namun pada sore hari, dirinya mendapatkan kabar bahwa Ibu Yuli sudah tiada.

“Infonya benar demikian. Tadi teman-teman sempat menghubungi minta ambulan. Posisi saya sudah di Kebon Jeruk. Dan kabar terakhir yang saya terima, beliau sudah tiada,” ungkap Rohman melalui pesan suara.

“Ini Pelajaran Buat kita semua. Warga, tetangga, pejabat untuk membuka mata, telinga, hati. Kerena lapar lebih banyak mengakibatkan kematian dari pada covid. Dan saya atas nama relawan ikut bela sungkawa. Dan pemerintah agar segera melaksanakan tugasnya, agar rakyat tidak susah,” ucapnya dengan suara parau, menahan kesedihan.

Kesedihan yang Omen (sapaan akrab), rasakan bukan tanpa alasan. Pasalnya saat dirinya berkunjung ke rumah Yuli, roti dan susu yang ia bawa secara lahap langsung disantap oleh anak-anak Yuli.

“Karena kebetulan saya bawa roti dan susu, saya lihat langsung di makan anaknya dengan rampusnya. Dan pemandangan itu masih tergambar jelas dalam ingatan saya,” ucapnya kembali dengan tangisan yang semakin menjadi.

Dirinya mengaku sangat terpukul dan meminta kepada Pemerintah Daerah atau lembaga terkait lainnya, untuk segera bertindak cepat dan melakukan langkah nyata atas adanya kejadian tersebut. Dan semoga tidak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *