Guru Madrasah Pertanyakan Insentif dan Dana Desa Kabupaten Serang

by -24 views

SERANG, (BN) – Selama puluhan tahun, kondisi Madrasah Al-Khairiyah yang berada di Kampung Kedung, Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, terlihat memprihatinkan. Selain butuh bantuan anggaran rehabilitasi, insentif guru juga sangat dibutuhkan.

Pasalnya, sejak tahun 1950, kegiatan belajar mengajar di Madrasah tersebut dilakukan di sebuah Musholla.

“Kemudian pada tahun 2015, Madrasah memiliki bangunan belapiskan bambu. Itupun berdasarkan swadaya masyarakat, dengan iuran se-ikhlasanya,” kata salah satu Tokoh Masyarakat setempat, Mujib, Sabtu (25/1/20).

Tak sampai disitu, di tahun 2018, lanjut Mujib, bangunan Madrasah berlapis bambu tersebut roboh tebawa angin.

Alhasil, masyarakat harus kembali iuran untuk membangun Madrasah tersebut.

Namun, kata Mujib, seiring berjalannya waktu, pembangunan Madrasah Al-Khairiyah tak kunjung selesai dikarenakan anggaran yang terbatas.

Sehingga terpaksa, pondasi yang saat ini sudah dibangun hanya bisa di diamkan selama satu tahun.

“Setelah itu, kami pun kembali mencoba di awal tahun 2020 untuk meminta iuran dari 500 KK di Kampung Kedung. Alhamdulillah terkumpul Rp 15 Juta, dan bisa menambahkan pondasi menjadi lebih tinggi. Namun kini, kami kebingungan. Karena anggaran telah habis. Kami hanya ingin, Kepala Desa maupun Pemkab Serang menepati janji program kepada masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya mempertanyakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, terkait anggaran dana desa, dirinya dan seluruh masyarakat Kampung Kedung mempertanyakan masalah insentif untuk guru RA Madrasah Diniyah.

Pasalnya, insentif guru RA Madrasah yang di janjikan akan keluar pada setiap bulan sebesar Rp 250 ribu, hanyalah isapan jempol belaka.

Dikarenakan hingga saat ini, guru RA Madrasah di Kampung Kedung tetap hanya menerima Rp 1,2 Juta pada setiap tahunnya.

Itu artinya, setiap bulannya para guru RA hanya dibayar Rp 100 ribu per bulan.

“Mana, katanya program anggaran Desa di khususkan untuk pembangunan Madrasah. Bahkan insentif guru RA Madrasah yang telah disiapkan sebesar Rp 14 Miliar pada setiap tahun tak kunjung turun,” ungkap Mujib.

Mujib mengakui, bahwa dirinya bersama warga Kampung Kedung tidak menuntut agar diberikan uang, karena yang terpenting menurutnya, kebutuhan bahan-bahan material dan sarana prasarana lainnya untuk pembangunan Madrasah Al-Khairiyah bisa dipenuhi.

Sementara itu, salah satu Guru Madrasah Al-Khairiyah, Jamari menambahkan, dirinya hanya ingin memiliki sebuah bangunan gedung Madrasah, untuk proses belajar mengajar anak di Kampung Kedung.

Menurutnya, ada sebanyak 50 murid Madrasah Al-Khairiyah yang tengah semangat dalam belajar aqidah, akan tetapi dari pihak terkait, belum ada yang memberikan support.

“Kami bingung mau minta tolong kepada siapa lagi. Kalau bukan Pemerintah setempat. Baik Kepala Desa maupun Pemkab Serang,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *