‘Grand Design’ Kota Serang Dimulai 2020

by -184 views

SERANG, (BN) – Pemkot Serang, dukung langkah pemprov Banten yang tengah membuat “Grand Design” Pembangunan Kota Serang di 2020.

Kepala Badan Perencaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mendukung pemprov dalam pembuatan Feasibility Study (FS), tersebut. Bersama dengan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), pihaknya menyerahkan penuh terkait uji kelayakan dan pemetaannya.

“Iya, jadi sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi yang sangat kredibel, yaitu ITB. Jadi nanti Pemkot Serang tinggal menyesuaikan itu. Misalnya tentang transportasi, keberadaan pedagang, pusat pemerintahan dan lain sebagainya. Itu kami serahkan, jadi kami mengikuti saja,” katanya, Sabtu (7/9/2019).

Untuk “Grand Design” kata dia, saat ini sedang digagas oleh Pemprov Banten.

Sementara Pemkot Serang, mendukung akan hal tersebut, sehingga mengetahui sudah sampai dimana progres pengerjaannya.

“Walikota Serang juga telah memerintahkan kepada kami untuk mendukung gagasan itu. Ini juga kan salah satu bentuk dukungan kami, dan rasa terima kasih kami kepada pemprov,” ujarnya.

Tujuan dari FS itu sendiri, kata dia, tak lain adalah agar pembangunan Kota Serang berikut pemetaannya sesuai dan terarah.

Memang, tutur dia, yang membuat “Grand Design serta FS ialah Pemprov.

Namun, pihaknya pun ikut membuat sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang, sehingga pembangunan bisa berjalan selaras.

“Yang membuat provinsi, tapi kami pun membuat juga FS parsial, sesuai dengan RTRW yang kami miliki. Bahkan saat ini sedang dievaluasi oleh Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kota Serang. Jadi disesuaikan dengan itu,” ujarnya.

Sedangkan untuk anggaran pembuatan FS, ia mengatakan, Pemkot Serang hanya mampu mengeluarkan sekitar Rp 200 juta. Namun, seharusnya untuk FS saja bisa menghabiskan dana hingga miliaran rupiah.

Namun lagi-lagi terkendala dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang yang masih sangat kecil.

“Untuk FS saja, itu sekitar Rp 200 jutaan. Kalau keseluruhan itu mencapai miliaran, karena harus komprehensif, dan harus menyeluruh. Tapi karena anggaran kami kecil, ya selangkah demi selangkah lah. Dimulai dari KP3B dulu, wilayah yang cepat tumbuh,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.