Ditresnarkoba Polda Banten Ringkus Tiga Pengedar Obat Daftar G

by -37 views
Pengedar Obat Daftar G

BANTENNOW.COM, SERANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten, berhasil menangkap tiga pengedar obat terlarang daftar G di depan Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, Senin, (19/7/21) lalu.

“Ketiga tersangka tersebut yakni S R dan M diamankan dengan menyita Puluhan Ribu Obat Terlarang,” ujar Dirresnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Martri Sonny, saat Konferensi pers, Jumat (23/7/21).

Dijelaskan, kejadian berawal saat kegiatan PPKM darurat di wilayah hukum Polda Banten. Tim Opsnal subdit 3 Ditresnarkoba Polda Banten melaksanakan pemantauan kegiatan masyarakat di wilayah Rangkasbitung-Lebak yang berlokasi di stasiun kereta api Rangkasbitung, Lebak.

“Saat melakukan pemantauan Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten melihat dua orang yang mencurigakan di depan stasiun kereta api Rangkasbitung sambil menggendong tas besar. Dalam tas ransel ditemukan obat jenis Tramadol dan Hexymer dalam jumlah yang sangat banyak,” terang Martri Sonny.

Martri Sonny menyampaikan, dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti Puluhan Ribu obat, terdiri dari 14.000 butir Tramadol, 10.000 butir Hexymer. Juga dua buah tas gendong yang digunakan pelaku untuk membawa obat-obatan terlarang.

“Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku mendapatkan obat-obatan dari bosnya yakni M yang merupakan pemilik toko obat di Jakarta. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan dan Diamankan M pemilik toko obat tersebut,” bebernya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan, barang tersebut dibawa dari Jakarta menggunakan ojek motor dan akan diserahkan kepada pemesan yang ada di daerah Rangkasbitung

“Para pelaku juga mengaku mereka melakukan hal tersebut yaitu untuk mendapatkan upah dari mengantarkan obat-obatan terlarang dari bosnya M dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan,” kata Edy Sumardi.

Edy Sumardi menyebut, para pelaku dikenakan Pasal 196 dan/atau Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Sebagaimana Telah Diubah dengan UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja bab III Paragraph 11 Pasal 59, 60 Jo angka 10 Jo 55 KUHPidana

“Para Pelaku Pidana penjara paling singkat 10 tahun, paling lama 15 tahun dan denda Paling Sedikit 100 Juta Rupiah dan Paling Banyak 1,5 Milyar,” tandasnya.

Terakhir, Edy Sumardi mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang, serta dapat melaporkan ke pihak berwajib apabila mengetahui ada penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk berperang melawan narkoba, hindari Narkoba dan mohon peran aktif masyarakat. Agar bisa membantu polisi dalam berantas Narkoba dengan cara melaporkan ke Polisi terdekat.

Mengawasi prilaku anak-anak kita dan awasi rumah-rumah kontrakan yang rawan digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba,” tukasnya. (sdr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.