Disperdaginkop Kota Serang Pastikan Tidak Ada SPBU Curang

by -128 views
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperdaginkop) Yoyo Wicaksono
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperdaginkop) Yoyo Wicaksono

SERANG, (BN) – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kota Serang telah dilakukan uji kelayakan untuk menghindari perilaku culas dari pemilik SPBU.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperdaginkop) Yoyo Wicaksono saat diwawancara oleh bantennow.com di ruang kerjanya, Rabu (18/9/2019).

“Sudah dilakukan pengeceken oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi legal dan semuanya sesuai prosedur yang berlaku cuma satu SPBU doang letaknya di dekat Polda Banten dan kemarin baru diperiksa sudah diperbaiki tengki ukurnya,” ungkapnya.

Dari hasil pengecekan pada 17 SPBU se Kota Serang, ucap Yoyo, tidak ditemukan adanya kecurangan.

Menurutnya, hanya ada satu SPBU yang diduga melebihi Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD).

“Kami melakukan pengecekan setiap 6 bulan sekali pada SPBU. Tetapi dalam keadaan tertentu juga kami melakukan pengecekan apabila mendapatkan perintah langsung dari pemerintah pusat,” ujarnya.

“Kita melakukan pengecekan sesuai jangka waktunya, kalau pemeriksaan insidentil berdasarkan petunjuk dari pemerintah pusat misalnya menjelang mudik dilakukan SPBU agar dilakukan pengecekan,” sambungnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian (Kasubag) UPT Metrologi Legal Kota Serang Eko Wahyu memastikan bahwa semua SPBU yang ada di Kota Serang sudah sesuai SOP yang berlaku.

Ia menghimbau, kepada masyarakat tidak perlu cemas akan adanya oknum pemilik SPBU yang melakukan pengurangan takaran BBM.

“Pengecekan SOP tersebut dilakukan dengan memeriksa BBM yang dikeluarkan harus sesuai dengan penunjukan dengan bejana pengukuran 20 liter BBM yang sediakan,” jelasnya

“Jadi kalau orang biasanya masyarakat melakukan pengukuran itu dilakukan di tangki motor maka itu akan keliru, karena itu bukan alat pengukuran cairan BBM yang dikeluarkan pompa ukur BBM,” sambungnya.

Dalam pengecekan BKD tersebut, pihaknya menggunakan meterologi 100 milimeter per 20 liter BBM, namun pertamina mempunyai BKD lebih tinggi dari pada pihakmya.

“Pertamina itu kalau pasti pas penunjukannya harus 50 milimiter per 20 liter kalau pertamina pasti terima lebih tinggi lagi yaitu 30 mililiter per 20 liter,” tandasnya. (bn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.