Bupati Tangerang Video Teleconference dengan Kepala Daerah Jabodetabekjur Bahas PSBB

by -85 views

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar rapat terbatas bersama Gubernur DKI, Gubernur Banten, Bupati dan Walikota Se Jabodetabekjur, menggunakan video teleconfrence.

Rapat terbatas tersebut dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, dengan agenda pembahasan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB), Rabu, (8/4/20).

Rapat dimulai pukul 15.30 Wib, dan Zaki didampingi Sekda Moch. Maesyal Rasyid, Asisten Daerah, Kadinsos, serta Kepala BPKAD di ruang kerja Bupati Tangerang, Tigaraksa.

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dalam video teleconfrence mengatakan, Jakarta sudah akan melakukan PSBB. Ia juga mengajukan status PSBB untuk satu wilayah Jabodetabekjur, namun ketika pemberian rujukannya hanya untuk DKI Jakarta saja.

Sehingga perlu mensinkronkan terkait dengan langkah-langkah di dalam PSBB. Karena pembatasan sosial, hanya bisa efektif jika dikerjakan bersama-sama.

“Saya nanti akan menyampaikan beberapa ide dasar yang menyangkut PSBB ini, apa saja yang dibolehkan, apa saja yang diatur dan apa saja yang tidak diperbolehkan, saat PSBB di Jakarta,” terang Anis.

Menurutnya, jika ingin membahas tindak lanjut untuk bekerja bersama, untuk menyusun tiga langkah agar satu protap bersama-sama dan pedoman yang sama. Serta harus memiliki langkah sinkronisasi, diantaranya,

Pertama Kominfo lintas wilayah untuk bisa bertemu dan melakukan sinkronisasi data Covid-19, sehingga kita memiliki data kasus di kawasan Jabodetabekjut yang akurat.

Kedua, pelayanan rumah sakit di Jakarta, baru selesai menuntaskan sistem untuk pengelolaan pasien yang datang ke rumah sakit atau orang yang datang ke rumah sakit, diberikan pelayanan terkait dengan coronavirus, sudah digunakan di semua rumah sakit. Akkan ideal juga bila rumah sakit rumah sakit yang ada di Jabodetabek, menggunakan aplikasi yang ada, sehingga bisa melayani warga semua secara bersama-sama.

“Ketiga, terkait dengan kebutuhan-kebutuhan bagi penanganan kasus ini, yang kita perlu sama-sama ikhtiarkan untuk dapat APD, alat tes, sampai dengan kebutuhan tenaga medis yang satu kawasan, hampir sama. Jadi kita nanti bisa bersama-sama ketika membicarakan dengan gugus percepatan tingkat nasional, untuk bisa memberikan ini, sebagai satu kawasan bersama-sama, jadi itu tiga hal yang nampaknya kita bahas,” paparnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, aktivitas kegiatan dan mobilisasi masyarakat Banten terutama daerah Tangerang Raya, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Jakarta. Harus dikesampingkan perbatasan-perbatasan wilayah. Sehingga bisa mengambil suatu langkah kebijakan yang tepat.

“Bagaimana nanti mekanisme dan penerapan PSBB ini. Karena memang harus diketahui bersama bahwa Jabodetabek merupakan epicentrum bisnis di Indonesia. Jadi harus dirumusakan dengan matang dan secara bersama-sama,” katanya.

Sementara, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menyambut baik kebijakan PSBB. Hanya saja, di Kabupaten Tangerang membutuhkan penyelarasan untuk jaring pengaman sosialnya, seperti apa.

Terlebih di Kabupaten Tangerang, memiliki banyak sekali industri. Di luar kategori industri yang masih boleh beroperasi adalah industri sepatu, industri alas kaki garmen dan lain sebagainya.

“Itu perlu pendalaman dan perhitungan yang lebih. Kita perlu kajian yang mendalam untuk menyiapkan PSBB, ” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.