BNN RI Hadiri CND Ke-63 di Austria

by -30 views

AUSTRIA, (BN) – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), kirimkan delegasi hadiri pertemuan Commision on Narcotic Drugs (CND), sesi ke-63, tahun 2020, selama sepekan di Wina, Austria.

Delegasi yang dipimpin Kepala BNN RI, Heru Winarko berkesempatan lakukan kunjungan kerja ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Austria.

Kehadiran rombongan BNN RI, nampak disambut langsung oleh Duta Besar, Darmasjah Djumala yang didampingi DCM Witjaksono beserta jajaranya di Gustav Tschermak gasse 5-7 A 1180 Wina, Austria, kemarin.

Kepala BNN RI menjelaskan, seputar jenis narkotika terbanyak adalah jenis Ganja yaitu sekitar 63 persen dibandingkan narkotika jenis lainnya.

“Akhir-akhir ini banyak bermunculan LSM yang menginginkan narkotika jenis ganja bisa dilegalkan seperti di beberapa negara lain, dengan alasan medis dan penelitian,” ujarnya.

Namun, lanjut mantan Kapolda Lampung ini, BNN tetap berkomitmen untuk mempertahankan narkotika jenis ganja sebagai jenis narkotika yang dilarang dan tidak bisa dilegalkan di Indonesia.

Terkait penyelundupan dan peredaran gelap narkotika jenis methamphetamine, ia mengaku bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan beberapa negara untuk mencegah masuknya narkotika ke Indonesia, termasuk didalamnya DEA dan ABF.

Selain itu, mantan Kepala Biro Umum Kemenko Polhukam RI ini juga membeberkan bahwa saat ini ada narkotika jenis baru yang dikenal dengan nama Non Psychoactive Substances (NPS) yang merupakan turunan dari jenis narkotika yang ada saat ini.

Disamping itu pula ada jenis tanaman yang banyak tumbuh di wilayah Kalimantan yang bernama Krathom yang saat ini sudah diimpor ke Amerika Serikat.

“Tanaman ini menurut hasil penelitian laboratorium BNN RI, mempunyai efek tigabelas kali lebih berat dibandingkan morfin, sehingga BNN RI berusaha untuk memasukkan tanaman Krathom ini sebagai golongan narkotika. BNN RI berupaya untuk mengendalikan masuknya bahan prekursor untuk pembuatan narkotika jenis NPS tersebut ke Indonesia,” ungkap jendral bintang tiga yang akrab di sapa publik HW tersebut, saat kunjungan di Dubes RI untuk Austria.

Masih ditempat yang sama, Dubes RI untuk Austria, Darmasjah Djumala didampingi DCM Witjaksono menyampaikan apresiasi atas waktu dan kunjungan delegasi BNN RI di tempatnya mengabdi tersebut.

Lebih jauh, Darmasjah menjelaskan, terkait agenda pertemuan CND bakalan ada lima Resolusi yang akan dibahas dan dua Resolusi diantaranya, Indonesia ikut menjadi sponsor terkait Alternative Development.

Menurut Darmasjah, untuk masalah legalisasi Ganja meskipun Indonesia belum menjadi anggota sehingga tidak bisa melakukan votting, namun ia menilai masih bisa mempengaruhi substansinya.

“Terkait isu Hak Azasi Manusia dan hukuman mati, Indonesia diharapkan dapat memberikan jawaban yang tepat tentang penanganan hukuman bagi pelaku dan jaringan narkoba yang terbukti bersalah dalam persidangan,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *