BNN Musnahkan Empat Hektar Ladang Ganja di Pegunungan Aceh Besar

by -133 views

JAKARTA, (BN) – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali temukan ladang Ganja di Provinsi Aceh tepatnya di kawasan Desa Lambada, Kecamatan Seulimun, Aceh Besar. Ladang seluas empat hektar tersebut terletak pada ketinggian 319 meter diatas permukaan laut.

Tim gabungan berhasil menyisir lokasi yang ditempuh selama 3 jam dengan berjalan kaki. Sebanyak kurang lebih 160.000 batang pohon ganja seberat kurang lebih 32 ton berhasil dibabat tim gabungan yang berjumlah 104 personel.

Kepala Sub Direktorat Narkotika alami, Aldrin Hutabarat, mengatakan pihaknya telah 11 kali melakukan pemusnahan ladang ganja dengan total lahan seluas 12 hektar.

“Sepanjang tahun 2019, kami telah melakukan 11 kali pemusnahan dengan total luas lahan 12 hektar yang terdiri dari 108 ton tanaman ganja basah”, ujar Aldrin, Kamis, kemarin.

Aldrin mengatakan, upaya BNN dalam memberantas penanaman ganja illegal tak hanya sampai disini.

Menurut Aldrin, malui Deputi Pemberdayaan Masyarakat bersama seluruh kementerian terkait BNN memberikan alternative tanaman yang lebih produktif untuk ditanam oleh para petani ganja.

“Kami memiliki program Grand Design Alternative Development yang diinisiasi oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat. Dalam program tersebut, kami mengalihkan tanaman ganja menjadi tanaman jagung dan kopi,” kata Aldrin.

“Peran BNN bersama kementerian terkait meliputi penyediaan lahan tanam, pemberian pemahaman, pemberian bibit, pendampingan, hingga pendistribusian hasil panen”, jelas Aldrin, menambahkan.

Sementara saat disinggung soal kepemilikan ladang ganja yang saat ini tengah dimusnahkan, Aldrin mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan.

Aldrin juga mengaku akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan status kepemilikan lahan tersebut.

“Jika diketahui lahan ini berstatus tanah negara, maka kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk ditindaklanjuti,” beber Aldrin.

“Jika ternyata lahan ini terdapat hak milik, maka kami akan mengembangkan kasus ini dan mencari tahu siapa pemiliknya untuk dimintakan pertanggungjawaban sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Aldrin.

Sementara, Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono, menambahkan, tim penyelidikan BNN dibawah pimpinan Kombes Pol Ghiri Prawijaya, menemukan ladang ganja yang terletak di lereng Bukit itu memakan waktu lebih dari satu minggu.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 yang kini menyandang ‘Bintang Emas’ satu dipundaknya ini menjelaskan, dalam pemusnahan ladang Ganja tersebut pihaknya bekerjasama dengan Kodim, Propam Mabes Polri, Brimob dan Polda Aceh serta Polres Aceh Besar.

“Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 111 Ayat (2) Undang – Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup,” pungkasnya, melalui siaran pers, Sabtu (7/12).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.