Ada UU Pesantren Walikota Serang Segera Buat Perda

by -216 views

SERANG, (BN) – Undang-undang (UU) tentang Pondok Pesantren, telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, pada tanggal 24 September 2019 yang lalu.

Dengan disahkannya RUU tentang Pondok Pesantren tersebut mendapatkan respon positif dari Walikota Serang, Syafrudin.

Menurut Syafrudin, RUU yang sudah di sahkan oleh DPR RI harus di dukung secara penuh.

Sebab, menurutnya, mampu mengakomodir pembangunan dan kemajuan Pondok Pesantren di seluruh Indonesia, khususnya di Kota Serang.

Selain itu, lanjut Syafrudin, dengan adanya UU Pondok Pesantren, Pemkot Serang juga akan memperkuatnya dengan Peraturan Daerah (Perda).

“Ini sesuai dengan visi misi kami, dalam mensejahterakan Pondok Pesantren di Kota Serang. Telebih peran Pondok Pesantren sangatlah dibutuhkan, dalam hal pembentukan karakter. Sehingga para pelajar di Kota Serang memiliki akhlakulkarimah,” ujar Syafrudin saat di temui, dalam peresmian peletakan batu pertama, di Pondok Darul Qur’an, Lingkungan Beberan, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Sabtu (5/10/2019).

Menurut Syafrudin, RUU Pesantren dapat menggambarkan Banten maupun Kota Serang sebagai daerah seribu Kiyai, sejuta santri.

“RUU Pesantren ini sangatlah cocok, dan bisa mencerdaskan santri-santri di Kota Serang,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sekretari PWNU Banten, Amas Tadjuddin menambahkan, dalam RUU Pesantren, Negara wajib hadir dengan menganggarkan pembangunan Pondok Pesantren di Serang maupun Banten.

“Bahkan, kita juga akan mendorong kebagian Perda. Sehingga, daerah Banten maupun Kota Serang memiliki Perda Pesantren. Supaya dalam pembangunanya tidak keluar jalur, dan tetap pada normanya,” katanya.

Menurutnya, banyaknya pondok pesantren di Banten khususnya Kota Serang, masih membutuhkan bantuan dari Pemerintah.

“Pondok pesantren banyak yang membutuhkan bantuan, dan kami sangat mendukung penuh RUU Pesantren,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.