68 Persen Damiu di Kota Serang Belum Terpantau

by -130 views

SERANG, (BN) – Bisnis Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) di Kota Serang semakin berkembang pesat. Namun, sekitar 68 persen, diantaranya belum terpantau.

Hal itu disebabkan seiring dengan berkurangnya ketersediaan air bersih.

Tingginya aktivitas dan kebutuahan akan efisiensi sehingga menjadi salah satu faktor pendorong diperlukannya air minum yang praktis.

Namun sayangnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam melakukan pengawasannya dinilai masih lemah.

Pasalnya, dari sekitar 446 Damiu yang beredar di Kota Serang itu, hanya 32 persen yang terpantau (tersertifikasi). Artinya, 68 persen, sisanya belum terpantau.

Selain itu juga, menjamurnya bisnis Depot air minum isi ulang di Kota Serang memicu kekhawatiran, dikarenakan, masih banyak depot yang hingga kini belum teruji kelayakannya.

Hal itu diperkuat dari minimnya jumlah penertiban izin operasi usaha dari pemerintah.

Menurut Kepala Bidang Perizinan non B Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Serang, Sukanta mencatat, saat ini dari seluruh jumlah depot pengisian air isi ulang belum mengajukan mengenai perizinan operasi usaha.

“Kalau jumlah secara keseluruhan tidak tahu karena belum melakukan pengecekan, karena saya baru 5 bulan disini. Namun dalam proses perizinan depot isi ulang air minum itu belum ada yang melakukan tapi yang lainnya ada,” ujar Sukanta, ditemui di ruang kerjanya.

Dikatakan Sukanta bahwa, pihaknya akan melakukan penertiban izin terkait depot air minum isi ulang.

Maka itu, kata Dia, DPMPTSP akan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang untuk melakukan pengecekan mengenai kelayakan air yang diperjual belikan.

Kemudian, ucapnya, depot air minum isi ulang merupakan hal komersial yang bersentuhan dengan masyarakat banyak. Maka, harus berizin supaya terjamin kelayakan dan kesehatannya.

“Dalam pembuatan izin ini beberapa OPD terlibat termasuk Dinkes Kota Serang, dan ini domainnya Dinkes. Jadi kalau sudah ada rekomendasi dari dinkes baru kita tindaklanjuti,” katanya.

Adapun syarat untuk mengurus izin depot air, pihaknya harus menerima rekomendasi dari tim Dinkes.

Jika tidak mengantongi rekomendasi, maka izin usaha depot air mereka tidak bisa dikeluarkan.

“Karena yang tau sehat atau engga nya air itu ya Dinkes, jadi kita tidak akan mengeluarkan izin kalau tidak ada rekomendasi dari OPD terkait,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.