Alfability, Pintu Lebar Alfamart untuk Penyandang Disabilitas

by -181 views
Alfability, Pintu Lebar Alfamart untuk Penyandang Disabilitas
Pegawai Alfamart sedang berdialog.

TANGERANG (BN)-Bayu Setyo Hartanto, ayah satu anak asal Banjarnegara, tampak semringah kompilasi diberi nilai tambah alias promosi atas prestasi yang diperolehnya saat bekerja di Alfamart. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya selama ini di toko dan dapat mencapai target yang diberikan perusahaan. Padahal, fisiknya tidak sempurna. Ia memiliki Cacat Fisik yang hanya memiliki satu kaki alias tuna daksa.

“Tapi performancenya malah tidak kalah dari karyawan lain yang ada di toko kita. Wajar jika nanti ada penghargaan atas itu, bukan karena rasa iba. Namun, terang Manajer Umum Komunikasi Korporat Alfamart, Nur Rachman, kompilasi acara diskusi inklusi Hari Disabilitas Internasional di Menara Alfa, Alam Sutera, Selasa (3/2), Tangerang.

Bagi Bayu, tantangan terbesar harus bekerja dan profesional yang disukai seperti orang terbesar. Apalagi sudah tiga tahun ia bekerja di Alfamart yang merupakan jaringan ritel milik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ini.

“Tantangan terbesar melawan pandangan orang lain terhadap kita. Serta melawan rasa percaya diri sendiri. Bukan masalah teknis pekerjaan, ”tuturnya.

Ia masuk Alfamart berawal dari info yang ia dapat dari salah satu rumah sakit di kotanya. Dapat Alfamart menerima karyawan untuk disabilitas. Ia menerima rangkaian tes untuk menjadi karyawan baru. Sempat tidak berhasil pada salah satu tahapnya, namun ia akhirnya memenuhi syarat dan dinyatakan lolos sebagai awak toko.

“Sudah dua tahun saya menjadi kru toko dan alhamdulillah teman-teman mengerti keinginan saya. Seharusnya saya tidak ingin dibedakan. Meski aku tahu mereka ingin membantu tapi aku ingin berhasil semudah aku. Jangan dikasihani tapi beri aku dukungan, ”tambahnya.

Begitu kompilasi Berkelanjutan konsumen. Ia menyambut hampir tidak ada menantang saat memberikan pelayanan kepada mereka. Hal-hal yang perlu dilakukan karena memang tidak perlu ada perhatian khusus karena keterbatasannya.

“Mungkin anak-anak kecil ya, yang melihat saya seperti aneh. Tapi saya bisa maklum. Saya berterimakasih untuk Alfamart. Sudah memberikan peluang bagi saya dan teman-teman penyandang disabilitas lainnya untuk dapat membuktikan kemampuan kami. ”Kami bisa berbicara dan mandiri,” katanya.

Mengusung konsep Alfability, sejak tahun 2016 memang aktif memberi peluang bagi penyandang disabilitas untuk bergabung menjadi karyawan.

“Alfamart percaya bahwa disabilitas memiliki potensi yang dapat digali, untuk itu kami terbuka dan memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bergabung dengan kami,” jelas Direktur Human Capital Alfamart, Tri Wasono Sunu.

Alfabilitas adalah upaya perusahaan menuju inklusi perusahaan, dengan mengembangkan lingkungan kerja yang terbuka dan peduli bagi penyandang cacat.

“Dengan fokus pada kemampuan (kemampuan) mereka, Alfamart mengalokasikan kemampuan sesuai dengan kompetensi bidang pekerjaannya,” terang Sunu.

Tercatat sebanyak 414 karyawan disabilitas hingga November 2019, yang berpindah beberapa bagian mulai dari toko, gudang, dan kantor. (jat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *