Atasi Kekeringan, BPBD Kabupaten Tangerang Gandeng Swasta di 16 Kecamatan

by -84 Views
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat.

BANTENNOW.COM, TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, bekerjasama dengan sektor swasta untuk menghadapi krisis kekeringan yang telah merambah ke 16 kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak oleh kekeringan.

Selain itu, mereka juga berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti PLTU, Aetra, Perumdam, BSD, dan Citra Raya untuk memastikan pasokan air bersih yang mencukupi.

“Kerja sama itu untuk pendistribusian air bersih ke masyarakat yang terdampak kekeringan. Untuk menjamin pemenuhan air bersih selain kita juga berkolaborasi bersama PLTU, Aetra, Perumdam, BSD dan Citra Raya,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Data yang diterima oleh BPBD Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa krisis air bersih telah meluas hingga mencakup 16 kecamatan.

Wilayah-wilayah yang terkena dampak antara lain Kecamatan Tigaraksa, Curug, Legok, Kronjo, Pakuhaji, Kresek, Kemeri, Mauk, Kosambi, Panongan, Rajeg, Mauk, Gunung Kaler, Mekar Baru, Sindang Jaya, dan Sepatan.

Seiring dengan meluasnya daerah yang terkena dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Tangerang telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan di wilayah tersebut.

Mereka juga telah mengerahkan 16 mobil tangki air bersih dari Pos BPBD yang berada di Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Kosambi, dan Sepatan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Dan Pos BPBD, yang berada di Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Kosambi, Sepatan menerjunkan 16 mobil tangki dalam pemasokan air bersih,” katanya.

Kondisi kemarau dan kekeringan ini dipicu oleh fenomena El Nino, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa situasi ini akan berlangsung dari bulan September hingga November 2023.

Sebelumnya, 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang telah mengalami krisis air bersih, dengan satu desa di setiap kecamatan tersebut menghadapi krisis air bersih yang melibatkan sekitar 200 kepala keluarga (KK). Dengan demikian, total warga yang terdampak diperkirakan mencapai 2.000 sampai 3.000 KK. (sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.